Senin, 09 Mei 2011

LovE For saLe

“ Cinta: ditawarkan kepada siapa saja yang berminat dengan diskon menarik. Jangan sampai kehabisan, persediaan terbatas. “

Geli sendiri kalau liat tulisan di atas. Cinta emang bisa dijual yak?
Bisa, tentu bisa (menurut pandangan aku loh :p )
Bahkan, tanpa sadar kita juga pernah melakukannya. Gak percaya?

Saat kita ditraktir makan ama pacar kita, ditraktir nonton, dibelanjain, dijajanin, dibeliin pulsa, beli ini itu lah. Secara gak sadar kita juga udah menjal cinta kita. Kenapa begitu?
Coba pikir deh, saat kita ngambek, marah, kesel, sebel ama pacar kita. Apa yang pacar kita lakuin? Pasti merayu lah, biar kita baikan lagi. Kebanyakan sih ngasih materi, kayak ngasih hadiah-hadiah apa lah. Macam boneka atau bunga. Maklumlah cewek sekarang gampang luluhnya kalau dikasih gituan :D
Walaupun ada yg gak suka bunga and boneka, tapi kan pasti ada donk hadiah yang diharepin :p

Tapi, kalau pacar kamu tuh cuma ngasih rayuan-rayuan gombal. Wah... Wah... WAh... jangan-jangan emang gak mau modal tuh cowok, hahaha :p
Atau kamu suka dirayu? Boleh lah, "biar HEMAT BEBZ" :p

Sadar gak sadar, sengaja gak sengaja, cowok ngasih perhatian buat ceweknya lewat materi itu sama halnya kayak transaksi jual beli (menurutku loh yaaa :peace: ) :D

Contoh lainnya, secara sengaja kita minta dibeliin ini itu, minta duit atau apa lah ama pacar kita. Dan akhirnya pacar kita ngasih deh, "gak apa-apa lah, demi cinta apapun rela diberikan" :p
Bukankah itu juga menjual cinta?

Loh... Loh... Loh...
Bukankah itu wajar dalam percintaan? Emang sih.
Selama pacar gak keberatan, bukan masalah kan? IYA :-|
Tapi ini mah cuma sekedar pendapat saja koq :)

Gak munafik juga, pernah ngetest cowok pake minta ini itu :D
Ada beberapa tipe cowok yang pernah di test
Ternyata kalau yang masih pengangguran mah seret :p
Terutama dompet anak sekolahan atau mahasiswa :D
Kalau yang udah kerja, wuih mau berapa aja kayaknya dikasih (kalau masih mampu :p )
Ada juga sih, kalau wataknya udah pelit, seret lah :D
mungkin tuh orang pinter kali yak :-/
udah mikir kalau selama lom nikah mah gak usah ngasih apa-apa, lagian lom jadi istri ini :)
Tapi, justru orang seperti ini lah yang patut diacungi jempol :)
Kata orang tua sih, entar kalau udah nikah bakalan baik banget, mau apa aja dikasih
Amien,... (mudah-mudahan gak kelewat pelit na :p )

Setelah test sana test sini...
Akhirnya kasihan juga, ngerasa bersalah banget :(
Orang mah baru pacaran, eh malah udah dipalakin segala.
Kayak yang entar nya mau nikah aja, kalau batal kan kasihan :-|

Tapi apa yang udah dikasih (maaf) gak bisa dikembalikan :D
Walaupun sekedar test, gak niat minta beneran, lumayan kan buat kenang-kenangan, hehehe :p
Mohon maaf buat orang-orang yang udah ngerasa dimanfaatin, gak sengaja :D

Anyway, selama kita masih mampu, ngapain sih kita ngeberatin pasangan kita buat dibeliin ini itu?
Gengsi donk :p
Walaupun cewek, gak mesti lah harus dirayu pake materi.
Materi mah entar aja, kalau kita udah nikah, itu kan udah kewajiban suami.
So, apa untungnya kalau kita banyak dikasih hadiah?
Kalau pada akhirnya kita disebut cewek matre, cewek gampangan.
(walau gak semua orang niatnya gitu)
ihhhh, no way


N.B.
mohon maaf, buat orang-orang yang merasa tersungging atas tulisan ini.
cuma sekedar sharing, kalau membahagiakan orang itu gak mesti pake materi
tips ngebahagiain cewek?
gampang, YM aja :D
LoL
J.K.

Kamis, 05 Mei 2011

it's time to change :D

Hei, hari ini aku bisa menikmati hidupku lagi :-D
Telat memang, setelah sekian lama terpuruk dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Gak biasanya aku seperti ini, terpuruk dalam keadaan yang kalau dipikir pake logika itu mudah untuk diselesaikan permasalahannya. Ternyata memang kalau kita pake perasaan akan semakin lama dan semakin sulit dalam menghadapinya.

Masalah apakah ini?
Sssstttt.... ini tentang masalah hati :-D . Pilu dan sedikit malu untuk mengungkapkannya. Mungkin baru kali ini ngerasain yang namanya patah hati.
Waaahhh.... Cinta, cinta, cinta.... Memang penderitaannya tiada akhir, begitulah kata Chu Fat Kay :-p
Ngeri kalau udah ngadepin yang namanya cinta. Apalagi kalau sudah nyangkut sama perasaan. HAti rasanya gak karuan kalau jatuh cinta. Patah hati pun rasanya dunia telah berakhir. Rasanya ingin mati saja kalau sakit hati ini gak sembuh-sembuh. Kenapa mesti putus cinta? Kenapa harus ada yang namanya perselingkuhan? Nyesel rasanya kenal si dia, kalau harus begini akhirnya?
Ckckck.... gila memang kalau sudah parah begini dampaknya.

Beruntunglah aku, masih ada teman, sodara, keluarga, tetangga, masyarakat warga kampung sadayana :-D yang masih menyayangi aku, mendukungku :-)
Hal yang benar-benar patut untuk disyukuri.
Di saat aku terpuruk, di saat aku bersedih, di saat aku depresi (mungkin) atau mungkin sedikit frustasi :-p
mereka ada untukku, mendukungku
bahwa memang hidup ini gak perlu untuk disesali
hidup memang kejam, tapi kita harus berjuang mempertahankan hidup
aku memang wanita, tapi aku gak boleh lemah
sudah saatnya sebagai wanita aku gak harus cengeng lagi
apa yang harus aku tangisi?
sedang menangis tidaklah mengubah sesuatu yang sudah terjadi
kenapa harus menyesal?
sedang penyesalan hanya akan membuat kita terpuruk

sudah saatnya aku menjadi wanita mandiri
yang tak menyusahkan orang lain
yang tak perlu bergantung kepada orang lain
yang seharusnya bisa membantu orang lain
bukannya meminta dan menerima
tapi harus mampu memberikan yang terbaik untuk orang lain

sudah saatnya untuk membuat bangga orang yang kita cintai
jangan pernah mengecewakan lagi keluarga
buktikan kalau aku bisa menjadi apa yang mereka mau
S E M A N G A A A T T T  . . . ! ! !
:-D

Kamis, 14 April 2011

entahlah

terkadang terpikirkan, bisakah kita ikhlas?
yah, sebuah kata yang mudah untuk diucapkan.
tapi sangat sulit dijalankan, dari hati.
bahkan orang yang paling hebat sekalipun.

di saat kita tertimpa musibah
yang paling berat yang pernah kita alami
bisakah kita menerimanya?
di saat kenyataan paling pahit yang harus kita terima
di saat angan yang tak bisa terwujud
di saat semuanya tak sejalan dengan apa yang kita mau
di saat semua rencana tak bisa terealisasikan
di saat kekecewaan melanda hati
masihkah kita mampu untuk tersenyum?
masihkah kita bisa ikhlas menjalaninya?

berat...
benar-benar berat...
walaupun mulut bisa berbohong
walaupun kesedihan bisa disembunyikan
walaupun raut muka selalu tersenyum
tapi hati yang sakit?
apakah masih bisa terobati?

hanya dengan mendekatkan diri kepada-Nya
kita bisa menjadi tenang
kita bisa menjadi lebih baik
yah, memang
itulah saran termudah untuk diucapkan

tapi....
di saat logika tak dapat difungsikan dengan baik
di saat hati terisi dengan rasa marah, dendam, kecewa
aku tak munafik
aku belum bisa untuk bersabar
aku belum bisa menerima kenyataan
aku belum bisa untuk ikhlas
yah, mungkin akulah manusia hina
tak mensyukuri apa yang didapat
tapi apa dayaku?

aku tau, Allah tak akan memberikan cobaan
yang tak sesuai dengan kemampuan makhluk-Nya
aku tau itu, aku mengerti itu
aku sadar ini adalah sebuah pembelajaran hidup
agar aku menjadi kuat menjadi dewasa
atau mungkin ini adalah sebuah teguran-Nya
karna Dia tak mau aku jauh dari-Nya
karna Dia teramat sayang padaku
sehingga cobaan ini menerpaku
aku bisa terima itu
tapi...


dalam mencapai sebuah keikhlasan
dengan menjalaninya penuh kesabaran
mungkin sangat lambat
tapi proses menuju hal itu sangat sulit
yah, aku memang orang awam
aku tak mampu keluar dari permasalahan ini
yang mungkin mudah menurut orang

tapi apa dayaku?
aku memang lemah

belajar menikmati hidup itu mudah
jika kita bisa melewati setiap ujian
jika kita bisa mensyukuri apa yang kita dapat
tapi akan terasa sulit
jika kita mendapatkan ujian yang paling berat
jika kita tak bisa menerima kenyataan pahit yang harus kita terima
mungkin bisa stress, depresi, frustasi, gila
bahkan yang paling mengerikan menyakiti diri sendiri
sampai akhirnya bunuh diri

mungkin kau akan menyimpulkan aku ini tak punya iman
mungkin saja, tapi masih ada sedikit di sudut hati ini
mungkin imanku tak setebal kau
sehingga aku bisa seperti ini
yah, mungkin saja

mungkin kau kira aku rendahan
aku banyak dosa
sehingga pantas mendapatkan cobaan seperti ini
yah, mungkin saja
hanya berusaha menjadi lebih baik

MAAFKAN AYAH DUHAI ANAKKU

Bismillahi minal Awwali wal Akhiru ..
Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan...

Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.

Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri di ruang tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur lelap. Tapi kenapa pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat berdiri di depan pintu kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja belajarnya ditangan kanannya masih memegang pinsil dan sepertinya ia menulis sesuatu di buku tulisnya dan ada segelas kopi.

"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.

Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang berantakan, namun sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat apa yang ditulis Aisyah. Aku tertegun sejenak saat membaca tulisan-tulisannya, ternyata semuanya cerita tentang diriku. Sampai akhirnya aku membaca 3 lembaran terakhir yang sangat menyentuh hatiku.

Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku ke toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku mengerti dengan kesibukanmu ayah."

Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko buku, aku ingat sekali gaya bicaranya yang polos.

"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan pergi kerja.

"Ada apa sayang," jawabku.

"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"

"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".

"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira sambil mencium pipiku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi menemaniku ke toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya Sulis dan memutarnya di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak merasa sunyi. Sebenarnya aku mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah sibuk".

Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya membeli kaset.

Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti sore sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"

Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk mengatakan tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi keinginannya.

Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian kalinya ayah tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar malam padahal ini kan hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan aku udah janji sama Pak Mamat kalau aku akan membeli boneka yang ditawarkan tadi sore saat pak Mamat lewat depan rumahku, aku katakan pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama ayah ke pasar malam dan aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih belum pulang pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah. Besok pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat kalau Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang akan duluan meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf kalau sudah melihatku di depan rumah menanti majalah yang kupesan.

Dia selalu bilang, 'maaf yah neng, pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku pak Mamat nggak terlambat hanya aku yang terlalu cepat menunggunya. Begitu melihatku sudah menunggu dia mengayuh sepedanya lebih cepat lagi. Saat kutanya kenapa sih pak Mamat selalu minta maaf padahal pak Mamat kan nggak punya salah pada Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren kan sudah bilang kalau pak Mamat nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi sebelum neng pergi kesekolah. Coba kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti neng kecewa, pak Mamat nggak ingin neng, ngecewakan orang karena kekecewaan itu akan menimbulkan luka di hati. Dan susah neng untuk menyembuhkannya kecuali kita minta maaf dengan tulus pada orang yang telah kita kecewakan'. Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah mengucapkan maaf padaku, atau mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau ah, aku tidak mau berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun sebenarnya aku sangat kecewa dengan ayah tapi aku tidak ingin menyimpan kekecewaan itu didalam hati. Bahkan hatiku selalu terbuka untuk kata maaf ayah".

Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan sambil kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan ayah, ternyata kau punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf pada Aisyah atas janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan aku selalu menganggapnya dia sudah melupakannya begitu melihatnya dipagi hari wajahnya begitu cerah dan selalu tersenyum. Dan ternyata dia masih mengingatnya dalam tulisan-tulisannya. Ah, entah sudah berapa banyak goresan rasa kecewa yang ada dihatimu andai kau tidak memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu sampai terbangun untuk meminta maafmu.

---Untuk anakku tersayang Aisyah---

Renungan:
Terkadang kita malu atau enggan hanya untuk sekedar mengatakan kata "maaf" dan membiarkannya menjadi goresan-goresan luka yang membekas di hati. Atau mungkin kita sering beranggapan bahwa mereka akan melupakannya setelah beberapa hari. Kalau seandainya anda juga pernah melakukan hal yang sama seperti saya, tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf pada orang yang pernah anda kecewakan. Jangan malu untuk melakukan hal yang benar sekalipun itu anda lakukan untuk seorang bocah atau teman, karena mereka juga punya hati nurani. Dan seandainya mereka masih tersenyum padamu walaupun anda telah mengecewakan mereka anda harus bersyukur atas karunia itu. Semoga kita-kita semua memang tidak pernah lupa pada kata yang satu ini, 'MAAF".

=====
**Sumber : http://www.cerpen.web.id/articles/68/1/Maafkan-Ayah/Page1.html

Jumat, 11 Maret 2011

Ini Caranya Nangkis Cowok Yang GeJe

nemu note lucu, tapi mengesankan :D

langsung aja, cekidot :

What is GeJe ?
Menurut kamusnye Bahasa Planet Gaul, GeJe ntu…. Gak Jelas alias Ga Jelas Niatnya serius atau main-main…

Nah lho… So what gitu lhooo… Apa hubungannya dengan Coker Co Keren ?
Alaaammaaakk… Keceplosann… Islam KTP numpang iklan nehh… ga pa pe yeee… qiqiqiii… ntuu si TEBE ngakakkk…. wkwkkkk…..:))

Hubungannye… Cowok-cowok ntu macem-macem karakternya, ada yang playboy, ada yang setia dan ada yang posesif alias sangking setianyee… ngawasin ceweknya terus supaya jangan diambil orang lain… qiqiiqii….kemalingan dunnkk…^_^

Okey dehh… kita langsung aje yeee ke pokoknye….

Cara Nangkis cowok Ga Jelas niatnye :

Jaga tingkah laku kamu, jangan suka narik perhatian apa lagi caper alias cari perhatian.. Misal neh, Jangan suka jalan sendirian, apalagi jalannya lenggak-lenggok (kayak My Catty di atas Catwalk) di depan cowok-cowok Jangan obral senyum manis kanan-kiri (soalnye, ntar dikira gokil lho), jangan bicara dengan suara merdu mendayu bak penyanyi seriosa yang bikin cowok pada berpikiran ngeres (lihat QS Al-Ahzab: 32). Jangan juga suka godain cowok. (idih, mangnya apaan she cewek godain cowok.. katro aahhh). Biasanya, cowok jadi suka ma cewek agre alias agresif yang bikin aliran darah mereka mengalir deras bagai ombak Tsunami. Ujung-ujungnya, mereka terpesona, naksir kamu, ngajak pacaran, dan seterusnya.

Kalo ada yang nyatain jatuh cintrong ma kamu, apalagi yang berani terus terang mau macarin kamu, langsung aja bilang, ogah yeee….ogah yeee…!? Tegasin aja kalo perlu sertakan pula dalil-dalilnya (kalau nggak hapal, contek aja di kamus besar BOSS kita Al Quran), bahwa kamu bukan penganut aliran pacaran, Apalagi backstreet. Kalo kamu mau dan udah siap merit, tantangin aja dia buat mengkhitbah or menikahi kamu. Itu sih kalau kamu emang udah siap lahir batin buat married. Kalau nggak, tinggalin aja. (Kaciaannn deh looo…)

Jangan pernah nyalain lampu hijau. Maksudnya, ngga usah deh ngasih harapan ke cowok-cowok yang ada hati sama kamu. Itu hanya akan bikin mereka tambah semangat empat lima buat ndeketin kamu. Bisa-bisa, pertahanan yang kamu buat capek-capek ambrol karna godaan ‘syetan’ yang dahsyat.

Jangan mudah kepincut rayuan gombal atau pujian romantisme para cowok. Biarpun yang ngerayu itu nggak kalah cute dari Justin Timberlake, atau kata-katanya seromantis lagu-lagu Dewa 19, nggak usah tergiur dehh…. Nggak sedikit cowok tipe perayu yang hanya mau macarin kamu karna menginginkan kenikmatan sesaat dari tubuhmu. Jadi, jangan coba-coba kasih kesempatan.

Jangan mudah kagum and simpati berlebihan alias lebay ma cowok. Misalnya sama ketua kelasmu, bintang kelasmu -tentunya yang cowok–, atau jangan-jangan sama gurumu. Bahaya! Soalnya, dari kagum dan simpati itulah biasanya benih-benih asmara bisa muncul. So, jangan tiru gadis penakluk yang jatuh hati sama gurunya itu, ya!

Jangan tergoda teman-temanmu yang nganut aliran pacaran baik itu muslim (coz muslim ada jg yg nganut pacaran) apalagi yang nonmuslim. Kalau kamu diledekin karena masih jomblo, sabar aje dehhh… Ada aye neh temen senasib… Nah lho… qiqiqiiii… Kok aq sehhh… Jadi ketahuan deh gw masih ngejomblo… wkwkwkkk… :)) :))

Ceramahin aja teman-temanmu itu bahwa yang namanya pacaran itu kagak bener.? Kalo perlu, ceramahin sampe mereka putusin pacarnya. Jadi, mereka yang harus ikut ‘aliran’ kamu, bukan kamu yang kebawa arus pergaulan bebas mereka. Okey ?

ARE YOU READYYY …. ????

Kata BAPAK TEBE, kalo udah kelar cermahnyeee…. KABURRRRR….. !!!!!

by : Vera Mendamba Surga