Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Oktober 2011
Selasa, 11 Oktober 2011
11 Oktober 2011
Hari ini aku akan bertemu dengan nya 
Tapi aku malu
Malu untuk memperlihatkan diriku yang sekarang
Malu karna aku yang sekarang tak seperti dulu
Aku malu memperlihatkan tulang-tulangku
Sejak masa itu...
Sesuatu hal yang telah menggerogotiku sampai tersisa hanya tulangku.
Aku bukan seseorang yang sama lagi.
Aku hanya seorang yang kurus kering kerontang
Sayang...
Masihkah kau bisa menerimaku lagi?
Mohon jangan sesalkan aku yang sekarang...
Miss U ***********
Tapi aku malu
Malu untuk memperlihatkan diriku yang sekarang
Malu karna aku yang sekarang tak seperti dulu
Aku malu memperlihatkan tulang-tulangku
Sejak masa itu...
Sesuatu hal yang telah menggerogotiku sampai tersisa hanya tulangku.
Aku bukan seseorang yang sama lagi.
Aku hanya seorang yang kurus kering kerontang
Sayang...
Masihkah kau bisa menerimaku lagi?
Mohon jangan sesalkan aku yang sekarang...
Miss U ***********
Selasa, 09 Agustus 2011
Setitis Air Mata Seulas Senyuman
Takkan kutukar dukacita hatiku demi kebahagiaan khalayak.
Dan, takkan kutumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa.
Kuingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.
Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahasia kehidupan dan hal ihwal yang tersembunyi.
Seulas senyuman menarikku menjelma sebuah lambang pemujaan kepada tuhan.
Setitis airmata meyatukanku dengan mereka yang patah hati;
Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan.
Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.
Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwaku setelah kusaksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang.
Telah kudengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis daripada melodi yang termanis.
Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya.
tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.
Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan.
Setitis airmata dan seulas senyuman.
Air laut menjadi uap dan naik menjelma menjadi segumpal mega.
Awan terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran sungai dan kembali ke laut, rumahnya.Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan.
Bagai setitis airmata seulas senyuman.
Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega diatas pergunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.
Menuju samudera cinta dan keindahan – kepada Tuhan.
Dan, takkan kutumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa.
Kuingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.
Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahasia kehidupan dan hal ihwal yang tersembunyi.
Seulas senyuman menarikku menjelma sebuah lambang pemujaan kepada tuhan.
Setitis airmata meyatukanku dengan mereka yang patah hati;
Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan.
Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.
Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwaku setelah kusaksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang.
Telah kudengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis daripada melodi yang termanis.
Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya.
tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.
Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan.
Setitis airmata dan seulas senyuman.
Air laut menjadi uap dan naik menjelma menjadi segumpal mega.
Awan terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran sungai dan kembali ke laut, rumahnya.Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan.
Bagai setitis airmata seulas senyuman.
Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega diatas pergunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.
Menuju samudera cinta dan keindahan – kepada Tuhan.
Rabu, 18 Mei 2011
BACALAH ini sebelum Anda MEMPERMAINKAN WANITA...!!!
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
....
"Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).
Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.
Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.
Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.
Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.
Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).
Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.
Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.
Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.
Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).
Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).
Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.
Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.
Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.
Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.
Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.
Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.
"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).
"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).
"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).
"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).
Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.
Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.
"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).
Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.
INGATTTTT!!!
ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
“Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu” (QS. Al-Baqarah 2 : 45).
Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Amiin.
Wallahu’alam bishshawab, Wabilahi Taufik Wal Hidayah,
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
"Cemburu merupakan sebagian dari iman. Mempermainkan (wanita) merupakan sebagian dari nifak" (HR. Ad Dailami).
Wanita, makhluk paling ajaib yang diciptakan dari tulang rusuk pria ini merupakan ujian terbesar bagi kaum pria.
Wanita, bisa menjadi nikmat yang mampu mengantar pria pada surga dunia dan surga akhirat, pun wanita bisa menjadi bala yang menjerumuskan pria ke neraka dunia dan neraka akhirat.
Kebaikan wanita bisa menegakkan negara, namun keburukannya dapat menghancurkan negara. Daya dan gaya tarik apapun tak ada yang mampu menandingi daya dan gaya tarik wanita.
Itulah salah satu sebab mengapa Allah mengiming–imingi hamba–hambaNya dengan surga yang didalamnya dihadirkan wanita–wanita cantik. Sebab jika sudah berurusan dengan wanita, apapun bisa dilakukan pria, bahkan berkorban nyawa sekalipun.
Tapi dibalik kesuper poweran wanita itu ada sebuah kelemahan [yang sering dimanfaatkan pria], wanita ternyata gampang dibohongi (iya kan?).
Pria, makhluk yang [merasa] punya banyak cinta, sebagiannya selalu tertantang untuk menaklukkan banyak wanita. Pria sanggup memacari banyak wanita sekaligus dalam satu waktu. Dan itu menjadi kebanggaan bagi dirinya.
Hmm, memang pria mana sih yang tidak bangga bila bisa menaklukkan banyak wanita dalam satu waktu pula. Dia akan disebut sebagai pria hebat, lelaki jagoan dan tentu saja banyak yang merasa iri. Semakin banggalah dia dengan prestasi yang membuatnya menjadi titik mata tersebut.
Tapi ternyata kebanggaan itu, puji–pujian itu dan iri hati itu salah tempatnya. Betapa tidak, kePLAYBOYan ternyata amat sangat erat hubungannya dengan keMUNAFIKan.
Keplayboyan merupakan sinergi dari 35% dusta, 30% ingkar janji, 33% khianat dan 2% ketampanan (maaf kalau persentasinya salah, soalnya nggak pengalaman, maklum nggak punya yang 2%, hehehe).
Tanda orang munafik itu ada tiga yaitu, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat (HR. Syaikhan dari Abu Hurairah r.a).
Biasanya seorang playboy dalam melakukan hubungan segi banyaknya selalu dan sering melakukan kebohongan demi kebohongan.
Dari identitas pribadi yang disamarkan, perasaan yang sebenarnya dan berbagai hal yang terkait dengan upaya melanggengkan hubungannya dengan korban.
Pandai membuat janji–janji manis yang bukan untuk diwujudkan tapi hanya sekedar janji gombal untuk mendapat apa yang diinginkan.
Mahir pula mencari alasan–alasan masuk akal untuk membatalkan janji jika ternyata harus bentrok dengan aksi–aksi lainnya. Soal pengkhianatan, tidak usah dijelaskan lagi karena sudah begitu jelas.
Sementara kemunafikan itu sendiri termasuk kebatilan tingkat tinggi dan sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan umat manusia.
Kemunafikan bahkan lebih berbahaya dari kekafiran karena kekafiran akan tampak nyata tapi kemunafikan terselubung oleh kebaikan dan keimanan. Maka patutlah Allah memberi hukuman yang sangat dahsyat untuk para munafikin ini.
"Sungguh, orang–orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (QS. An Nissa 4 : 145).
"Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu". (Kepada mereka) dikatakan : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diantara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya ada azab" (QS. Al-Hadid 57 : 13).
"Orang-orang munafik itu memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah" (QS. Al-Hadid 57 : 14).
"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al-Hadid 57 : 15).
Yang masih niat atau yang sedang jadi playboy silakan dipikir sebelum melanjutkan niatnya atau keasyikan menjalani status playboy-nya.
Jika khawatir jatuh menjadi munafik sejati segeralah membelokkan langkah ke jalan kebaikan karena untuk menjadi munafik sejati hanya butuh satu tambahan syarat saja dari tiga syarat yang telah ada.
"Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi munafik sesungguhnya dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifak sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia khianat, jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkari dan bila bertengkar ia berkata kotor" (Muttafaqun alaihi).
Jadilah pria terhormat yang menyayangi wanita dan lupakan slogan "mumpung masih laku". Karena sebenarnya itu hanya menipu diri sendiri.
INGATTTTT!!!
ALLAH SELALU MENGAWASI KITA!!!
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
“Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu” (QS. Al-Baqarah 2 : 45).
Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Amiin.
Wallahu’alam bishshawab, Wabilahi Taufik Wal Hidayah,
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
Rabu, 11 Mei 2011
kubenci kau dengan cintaku
Mungkin takdir ini terlanjur menunggu
Diriku tak dapat menghindari
Walaupun seribu bintang tinggalkanku
Dan mentari tak bersinar
Aku takkan mampu tuk lepaskanmu
Mencoba sejenak ungkapkan segalanya yang telah terjadi
Diriku tak dapat menghindari
Walaupun seribu bintang tinggalkanku
Dan mentari tak bersinar
Aku takkan mampu tuk lepaskanmu
Mencoba sejenak ungkapkan segalanya yang telah terjadi
Reff:
Duhai cinta..
Tataplah aku disini tetap menatapmu
Walau perih terus kau sakiti aku
Tetap mengharapmu
Mungkin benar bila aku tak berarti
Dan dirimu terlalu berarti
Walaupun pekatnya bulan gelapkanku
Dan pelangi tak berpijar
Wajahmu terlalu indah tuk kubenci
Dan kuterus mencintaimu
Engkau terus melupakan aku
Dan dirimu terlalu berarti
Walaupun pekatnya bulan gelapkanku
Dan pelangi tak berpijar
Wajahmu terlalu indah tuk kubenci
Dan kuterus mencintaimu
Engkau terus melupakan aku
Selasa, 10 Mei 2011
Ku mencintamu UTUH TAK TERSENTUH
Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .
Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….,
*Sumber Oase Imani
notes
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .
Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….,
*Sumber Oase Imani
notes
Jumat, 11 Maret 2011
Ini Caranya Nangkis Cowok Yang GeJe
nemu note lucu, tapi mengesankan :D
langsung aja, cekidot :
What is GeJe ?
Menurut kamusnye Bahasa Planet Gaul, GeJe ntu…. Gak Jelas alias Ga Jelas Niatnya serius atau main-main…
Nah lho… So what gitu lhooo… Apa hubungannya dengan Coker Co Keren ?
Alaaammaaakk… Keceplosann… Islam KTP numpang iklan nehh… ga pa pe yeee… qiqiqiii… ntuu si TEBE ngakakkk…. wkwkkkk…..:))
Hubungannye… Cowok-cowok ntu macem-macem karakternya, ada yang playboy, ada yang setia dan ada yang posesif alias sangking setianyee… ngawasin ceweknya terus supaya jangan diambil orang lain… qiqiiqii….kemalingan dunnkk…^_^
Okey dehh… kita langsung aje yeee ke pokoknye….
Cara Nangkis cowok Ga Jelas niatnye :
Jaga tingkah laku kamu, jangan suka narik perhatian apa lagi caper alias cari perhatian.. Misal neh, Jangan suka jalan sendirian, apalagi jalannya lenggak-lenggok (kayak My Catty di atas Catwalk) di depan cowok-cowok Jangan obral senyum manis kanan-kiri (soalnye, ntar dikira gokil lho), jangan bicara dengan suara merdu mendayu bak penyanyi seriosa yang bikin cowok pada berpikiran ngeres (lihat QS Al-Ahzab: 32). Jangan juga suka godain cowok. (idih, mangnya apaan she cewek godain cowok.. katro aahhh). Biasanya, cowok jadi suka ma cewek agre alias agresif yang bikin aliran darah mereka mengalir deras bagai ombak Tsunami. Ujung-ujungnya, mereka terpesona, naksir kamu, ngajak pacaran, dan seterusnya.
Kalo ada yang nyatain jatuh cintrong ma kamu, apalagi yang berani terus terang mau macarin kamu, langsung aja bilang, ogah yeee….ogah yeee…!? Tegasin aja kalo perlu sertakan pula dalil-dalilnya (kalau nggak hapal, contek aja di kamus besar BOSS kita Al Quran), bahwa kamu bukan penganut aliran pacaran, Apalagi backstreet. Kalo kamu mau dan udah siap merit, tantangin aja dia buat mengkhitbah or menikahi kamu. Itu sih kalau kamu emang udah siap lahir batin buat married. Kalau nggak, tinggalin aja. (Kaciaannn deh looo…)
Jangan pernah nyalain lampu hijau. Maksudnya, ngga usah deh ngasih harapan ke cowok-cowok yang ada hati sama kamu. Itu hanya akan bikin mereka tambah semangat empat lima buat ndeketin kamu. Bisa-bisa, pertahanan yang kamu buat capek-capek ambrol karna godaan ‘syetan’ yang dahsyat.
Jangan mudah kepincut rayuan gombal atau pujian romantisme para cowok. Biarpun yang ngerayu itu nggak kalah cute dari Justin Timberlake, atau kata-katanya seromantis lagu-lagu Dewa 19, nggak usah tergiur dehh…. Nggak sedikit cowok tipe perayu yang hanya mau macarin kamu karna menginginkan kenikmatan sesaat dari tubuhmu. Jadi, jangan coba-coba kasih kesempatan.
Jangan mudah kagum and simpati berlebihan alias lebay ma cowok. Misalnya sama ketua kelasmu, bintang kelasmu -tentunya yang cowok–, atau jangan-jangan sama gurumu. Bahaya! Soalnya, dari kagum dan simpati itulah biasanya benih-benih asmara bisa muncul. So, jangan tiru gadis penakluk yang jatuh hati sama gurunya itu, ya!
Jangan tergoda teman-temanmu yang nganut aliran pacaran baik itu muslim (coz muslim ada jg yg nganut pacaran) apalagi yang nonmuslim. Kalau kamu diledekin karena masih jomblo, sabar aje dehhh… Ada aye neh temen senasib… Nah lho… qiqiqiiii… Kok aq sehhh… Jadi ketahuan deh gw masih ngejomblo… wkwkwkkk… :)) :))
Ceramahin aja teman-temanmu itu bahwa yang namanya pacaran itu kagak bener.? Kalo perlu, ceramahin sampe mereka putusin pacarnya. Jadi, mereka yang harus ikut ‘aliran’ kamu, bukan kamu yang kebawa arus pergaulan bebas mereka. Okey ?
ARE YOU READYYY …. ????
Kata BAPAK TEBE, kalo udah kelar cermahnyeee…. KABURRRRR….. !!!!!
by : Vera Mendamba Surga
langsung aja, cekidot :
What is GeJe ?
Menurut kamusnye Bahasa Planet Gaul, GeJe ntu…. Gak Jelas alias Ga Jelas Niatnya serius atau main-main…
Nah lho… So what gitu lhooo… Apa hubungannya dengan Coker Co Keren ?
Alaaammaaakk… Keceplosann… Islam KTP numpang iklan nehh… ga pa pe yeee… qiqiqiii… ntuu si TEBE ngakakkk…. wkwkkkk…..:))
Hubungannye… Cowok-cowok ntu macem-macem karakternya, ada yang playboy, ada yang setia dan ada yang posesif alias sangking setianyee… ngawasin ceweknya terus supaya jangan diambil orang lain… qiqiiqii….kemalingan dunnkk…^_^
Okey dehh… kita langsung aje yeee ke pokoknye….
Cara Nangkis cowok Ga Jelas niatnye :
Jaga tingkah laku kamu, jangan suka narik perhatian apa lagi caper alias cari perhatian.. Misal neh, Jangan suka jalan sendirian, apalagi jalannya lenggak-lenggok (kayak My Catty di atas Catwalk) di depan cowok-cowok Jangan obral senyum manis kanan-kiri (soalnye, ntar dikira gokil lho), jangan bicara dengan suara merdu mendayu bak penyanyi seriosa yang bikin cowok pada berpikiran ngeres (lihat QS Al-Ahzab: 32). Jangan juga suka godain cowok. (idih, mangnya apaan she cewek godain cowok.. katro aahhh). Biasanya, cowok jadi suka ma cewek agre alias agresif yang bikin aliran darah mereka mengalir deras bagai ombak Tsunami. Ujung-ujungnya, mereka terpesona, naksir kamu, ngajak pacaran, dan seterusnya.
Kalo ada yang nyatain jatuh cintrong ma kamu, apalagi yang berani terus terang mau macarin kamu, langsung aja bilang, ogah yeee….ogah yeee…!? Tegasin aja kalo perlu sertakan pula dalil-dalilnya (kalau nggak hapal, contek aja di kamus besar BOSS kita Al Quran), bahwa kamu bukan penganut aliran pacaran, Apalagi backstreet. Kalo kamu mau dan udah siap merit, tantangin aja dia buat mengkhitbah or menikahi kamu. Itu sih kalau kamu emang udah siap lahir batin buat married. Kalau nggak, tinggalin aja. (Kaciaannn deh looo…)
Jangan pernah nyalain lampu hijau. Maksudnya, ngga usah deh ngasih harapan ke cowok-cowok yang ada hati sama kamu. Itu hanya akan bikin mereka tambah semangat empat lima buat ndeketin kamu. Bisa-bisa, pertahanan yang kamu buat capek-capek ambrol karna godaan ‘syetan’ yang dahsyat.
Jangan mudah kepincut rayuan gombal atau pujian romantisme para cowok. Biarpun yang ngerayu itu nggak kalah cute dari Justin Timberlake, atau kata-katanya seromantis lagu-lagu Dewa 19, nggak usah tergiur dehh…. Nggak sedikit cowok tipe perayu yang hanya mau macarin kamu karna menginginkan kenikmatan sesaat dari tubuhmu. Jadi, jangan coba-coba kasih kesempatan.
Jangan mudah kagum and simpati berlebihan alias lebay ma cowok. Misalnya sama ketua kelasmu, bintang kelasmu -tentunya yang cowok–, atau jangan-jangan sama gurumu. Bahaya! Soalnya, dari kagum dan simpati itulah biasanya benih-benih asmara bisa muncul. So, jangan tiru gadis penakluk yang jatuh hati sama gurunya itu, ya!
Jangan tergoda teman-temanmu yang nganut aliran pacaran baik itu muslim (coz muslim ada jg yg nganut pacaran) apalagi yang nonmuslim. Kalau kamu diledekin karena masih jomblo, sabar aje dehhh… Ada aye neh temen senasib… Nah lho… qiqiqiiii… Kok aq sehhh… Jadi ketahuan deh gw masih ngejomblo… wkwkwkkk… :)) :))
Ceramahin aja teman-temanmu itu bahwa yang namanya pacaran itu kagak bener.? Kalo perlu, ceramahin sampe mereka putusin pacarnya. Jadi, mereka yang harus ikut ‘aliran’ kamu, bukan kamu yang kebawa arus pergaulan bebas mereka. Okey ?
ARE YOU READYYY …. ????
Kata BAPAK TEBE, kalo udah kelar cermahnyeee…. KABURRRRR….. !!!!!
by : Vera Mendamba Surga
Rabu, 02 Maret 2011
Surat Cinta Untuk Calon Suamiku
Calon suami yg kusayang..
Kuharap kamu dalam keadaan baik-baik saja.
Adahal yg ingin ku sampaikan melalui surat ini.
Hal-hal yg enggan aku katakan langsung padamu.
Hal-hal yg intinya hanya tentang aku...perempuan.
Dari kecil perempuan ini dirawat dan dijaga ayah ibu.
Tak seorang lelaki pun dibiarkan mendekatiku sampai aku pantas utk didekati.
Dan nasehat-nasehat itu tak pernah bosan meluncur dr mulut mereka.
Aku slalu ingat utk menjaga auratku..
Aku slalu ingat utk menjaga hatiku..
Aku slalu ingat utk tidak membiarkan lelaki berjalan berdua dgnku.
Aku slalu ingat utk menjaga tanganku dr genggaman lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga pipiku dr belaian lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga bibirku dr kecupan lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga seluruh tubuhku dari tipu daya lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga KEHORMATAN PEREMPUAN.
Aku slalu ingat.. Kecuali saat pertemuan itu.
Kelak saat engkau telah menjadi suamiku..
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja?
aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun?
aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita?
aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu?
aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku?
aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka?
Yaa?aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah robot yg tidak akan pernah merasakan letih, kelak bantulah aku dalam mengatur rumah tangga kita, jangan kau limpahkan semua urusan rumah tangga hanya padaku tanpa mau memperdulikan dan mengerti keletihanku?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah mahkluk bisu tempat engkau memuaskan nafsumu, kelah janganlah engkau mencumbuiku dengan cara yang kasar dan dingin, cumbuilah akudengan lembut dan penuh kasih sayang?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah patung tak berperasaan, kelak setialah padaku, sayangilah aku, danhormatilah aku layaknya ratu dalam hatimu?
Duhai calon suamiku?sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu, yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat?
Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, marikita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu?
oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih? SubhanAlloh?
Duhai calon suamiku? sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku? Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu?
Calon suamiku sekian surat cinta untukmu yang kutulis penuh dengan kasih danharapan?
Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan yg tiada akan pernah berakhir? Amiin...
Wanita yang akan kau bawa ke SurgaNya
Kuharap kamu dalam keadaan baik-baik saja.
Adahal yg ingin ku sampaikan melalui surat ini.
Hal-hal yg enggan aku katakan langsung padamu.
Hal-hal yg intinya hanya tentang aku...perempuan.
Dari kecil perempuan ini dirawat dan dijaga ayah ibu.
Tak seorang lelaki pun dibiarkan mendekatiku sampai aku pantas utk didekati.
Dan nasehat-nasehat itu tak pernah bosan meluncur dr mulut mereka.
Aku slalu ingat utk menjaga auratku..
Aku slalu ingat utk menjaga hatiku..
Aku slalu ingat utk tidak membiarkan lelaki berjalan berdua dgnku.
Aku slalu ingat utk menjaga tanganku dr genggaman lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga pipiku dr belaian lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga bibirku dr kecupan lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga seluruh tubuhku dari tipu daya lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga KEHORMATAN PEREMPUAN.
Aku slalu ingat.. Kecuali saat pertemuan itu.
Kelak saat engkau telah menjadi suamiku..
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja?
aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun?
aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita?
aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu?
aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku?
aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka?
Yaa?aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah robot yg tidak akan pernah merasakan letih, kelak bantulah aku dalam mengatur rumah tangga kita, jangan kau limpahkan semua urusan rumah tangga hanya padaku tanpa mau memperdulikan dan mengerti keletihanku?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah mahkluk bisu tempat engkau memuaskan nafsumu, kelah janganlah engkau mencumbuiku dengan cara yang kasar dan dingin, cumbuilah akudengan lembut dan penuh kasih sayang?
Duhai calon suamiku? aku bukanlah patung tak berperasaan, kelak setialah padaku, sayangilah aku, danhormatilah aku layaknya ratu dalam hatimu?
Duhai calon suamiku?sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu, yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat?
Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, marikita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu?
oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih? SubhanAlloh?
Duhai calon suamiku? sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku? Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu?
Calon suamiku sekian surat cinta untukmu yang kutulis penuh dengan kasih danharapan?
Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan yg tiada akan pernah berakhir? Amiin...
Wanita yang akan kau bawa ke SurgaNya
IKHWAN SEJATI
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang tampan rupawan, tapi dari kesungguhannya dalam menjaga kemuliaan diri, keluarga, dan agamanya.
Pantang baginya mengemis kemuliaan dari para raja dan tuan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tapi dari keberaniannya mengakui setiap kesalahan dan adilnya sikap kala menjadi seorang pemimpin. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Pantang baginya berputus asa dari keluasan sifat Robbnya yang Ar-Rahman
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tapi dari hati yang ada di balik itu. Pantang baginya melukai hati saudaranya. Justru kelembutan hati yang ia tunjukan pada sesamanya dan ketegasan serta arif bijaknya kala menghadapi kaum kafir
Ikhwan sejati bukanlah dilihat proporsionalnya postur tubuh dan lincahnya kala ia bergerak, tapi dari kasih sayangnya terhadap orang di sekitarnya dan keikhlasan hatinya dalam menerima kritikan. Baginya kritik adalah salah satu rumus untuk tercapainya kesuksesan. Sifat Tawadhu adalah baju keabadian yang dipakainya sepanjang perguliran zaman
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tapi dari sikap bijaknya menyingkapi persoalan. Kekuatan ruhiyyah yang menjadikan bashiroh senantiasa terpancar dari lubuk hatinya. Keyakinannya yang kuat akan pertolongan Allah menjadikan optimisme sebagai selimut yang menyemangati perjuangan hidupnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari lantangnya suara kala bertilawah Al-Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada kaum yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari tajamnya pedang atau banyaknya peluru dari senapan yang ia bawa, tapi dari sikap tegarnya dalam mempertahankan kebenaran yang dia bela. Syahid baginya adalah tujuan. Jihad di jalan Allah adalah cita-citanya yang tertinggi. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang dia pegang. Pantang baginya mengikuti prasangka-prasangka bathil, mengatakan yang tidak ada ilmu dalam dirinya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita menyanjung dan menggodanya, tapi dari komitmennya dalam mencintai dan membersamai akhwat yang menjadi pasangan hidupnya. Keharmonisan keluarga yang dia bina adalah semata-mata dijadikan sarana untuk mendaki tangga-tangga cinta-Nya. Pantang baginya bersikap kasar terhadap istri dan anaknya. Mitsaqon Ghalidza dia gigit erat-erat dengan gigi gerahamnya. Panggilan jihad baginya adalah rayuan cinta yang harus segera dipenuhi. Dadanya dipenuhi gelora syahid
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tapi dari sikap bersahabatnya terhadap generasi muda bangsa. Baginya mempersiapkan generasi robbani adalah bagian dari misi dakwahnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerja, tapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah. Ia hiasi rumahnya denga cinta dan kebijaksanaan. Impiannya untuk membentuk rumah muslim berusaha ia wujudkan dalam rumah tangganya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya kitab yang ia kuasai dan cakapnya ia kala berorasi, tapi dari sikapnya yang istiqomah dalam menanggung beban amanah dan sikap tawadhu dalam menjalankan lika-liku kehidupan. Pantang baginya membanggakan apa-apa yang ada pada leluhurnya, sementara dirinya tak punya apa-apa yang bias dijadikannya amalan unggulan dihadapan Allah. Dia yang selalu melihat orang-orang di bawahnya dalam hal keduniaan dan selalu memandang ke atas dalam urusan-urusan akhirat
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya muatan dan beratnya barbel yang dapat ia angkat, tapi dari ketabahannya dalam menghadapi lika-liku kehidupan dan dari kesabarannya kala marah. Juga sikap qona’ahnya dalam menerima anugrah dari Robbnya. Obsesi yang terbesar dalam hidupnya adalah keridhoan Allah Ta’ala. Ia yang selalu mendahulukan kepentingan agama-Nya diatas segala-galanya. Minhajul Qosidin dan Minhajul Muslimin menjadi bingkai hidupnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyknya orang yang dapat ia tundukan dan takut kepadanya, tapi dari seberapa besar ia takut pada Robbnya sehingga dia berhati-hati dalam meniti kehidupan dunia ini. Pantang baginya bersikap takabur ketika kekuasaan ada dalam genggaman dan bersikap Ghuluw(lebay) ketika perhiasan dunia ada di bawah telapak kakinya
Pantang baginya mengemis kemuliaan dari para raja dan tuan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tapi dari keberaniannya mengakui setiap kesalahan dan adilnya sikap kala menjadi seorang pemimpin. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Pantang baginya berputus asa dari keluasan sifat Robbnya yang Ar-Rahman
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tapi dari hati yang ada di balik itu. Pantang baginya melukai hati saudaranya. Justru kelembutan hati yang ia tunjukan pada sesamanya dan ketegasan serta arif bijaknya kala menghadapi kaum kafir
Ikhwan sejati bukanlah dilihat proporsionalnya postur tubuh dan lincahnya kala ia bergerak, tapi dari kasih sayangnya terhadap orang di sekitarnya dan keikhlasan hatinya dalam menerima kritikan. Baginya kritik adalah salah satu rumus untuk tercapainya kesuksesan. Sifat Tawadhu adalah baju keabadian yang dipakainya sepanjang perguliran zaman
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tapi dari sikap bijaknya menyingkapi persoalan. Kekuatan ruhiyyah yang menjadikan bashiroh senantiasa terpancar dari lubuk hatinya. Keyakinannya yang kuat akan pertolongan Allah menjadikan optimisme sebagai selimut yang menyemangati perjuangan hidupnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari lantangnya suara kala bertilawah Al-Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada kaum yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari tajamnya pedang atau banyaknya peluru dari senapan yang ia bawa, tapi dari sikap tegarnya dalam mempertahankan kebenaran yang dia bela. Syahid baginya adalah tujuan. Jihad di jalan Allah adalah cita-citanya yang tertinggi. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang dia pegang. Pantang baginya mengikuti prasangka-prasangka bathil, mengatakan yang tidak ada ilmu dalam dirinya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita menyanjung dan menggodanya, tapi dari komitmennya dalam mencintai dan membersamai akhwat yang menjadi pasangan hidupnya. Keharmonisan keluarga yang dia bina adalah semata-mata dijadikan sarana untuk mendaki tangga-tangga cinta-Nya. Pantang baginya bersikap kasar terhadap istri dan anaknya. Mitsaqon Ghalidza dia gigit erat-erat dengan gigi gerahamnya. Panggilan jihad baginya adalah rayuan cinta yang harus segera dipenuhi. Dadanya dipenuhi gelora syahid
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tapi dari sikap bersahabatnya terhadap generasi muda bangsa. Baginya mempersiapkan generasi robbani adalah bagian dari misi dakwahnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerja, tapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah. Ia hiasi rumahnya denga cinta dan kebijaksanaan. Impiannya untuk membentuk rumah muslim berusaha ia wujudkan dalam rumah tangganya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya kitab yang ia kuasai dan cakapnya ia kala berorasi, tapi dari sikapnya yang istiqomah dalam menanggung beban amanah dan sikap tawadhu dalam menjalankan lika-liku kehidupan. Pantang baginya membanggakan apa-apa yang ada pada leluhurnya, sementara dirinya tak punya apa-apa yang bias dijadikannya amalan unggulan dihadapan Allah. Dia yang selalu melihat orang-orang di bawahnya dalam hal keduniaan dan selalu memandang ke atas dalam urusan-urusan akhirat
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya muatan dan beratnya barbel yang dapat ia angkat, tapi dari ketabahannya dalam menghadapi lika-liku kehidupan dan dari kesabarannya kala marah. Juga sikap qona’ahnya dalam menerima anugrah dari Robbnya. Obsesi yang terbesar dalam hidupnya adalah keridhoan Allah Ta’ala. Ia yang selalu mendahulukan kepentingan agama-Nya diatas segala-galanya. Minhajul Qosidin dan Minhajul Muslimin menjadi bingkai hidupnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyknya orang yang dapat ia tundukan dan takut kepadanya, tapi dari seberapa besar ia takut pada Robbnya sehingga dia berhati-hati dalam meniti kehidupan dunia ini. Pantang baginya bersikap takabur ketika kekuasaan ada dalam genggaman dan bersikap Ghuluw(lebay) ketika perhiasan dunia ada di bawah telapak kakinya
Duhai Calon PENDAMPINGKU NAnti
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih..
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa,
yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu,
aku bukan wanita yang sempurna,
aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah..
Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah,
karenanya ku ingin kau tahu,
aku boleh saja berbuat salah dan begitu menyebalkan.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku,
jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah,
karena bagiku kaulah pemimpinku,
tak akan berani ku membangkang padamu..
Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat nampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur,
menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti
-insya’Allah-.
Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sihat.
Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
maka tegurlah aku, dan khabarkan padaku dengan lemah lembut dan bijaksana...
Ataukah kau akan menemukanku tersenguk-senguk saat mendengar keluhan dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasa,
tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang sakit,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku..
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, mungkin ada saatnya, aku tak sesabar Fatimah,
ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkawal,
bukan karena ku membangkang padamu,
tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga memerlukan tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,
atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah,
yang aku perlukan hanya pelukan dan belaianmu..
Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..
Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan
memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya.
Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya,
tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya.
Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita,
tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku,
tegurlah aku dengan hikmah,
karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian,
dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita,
dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya,
dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku,
membimbingku ke arah-Nya,
walau terkadang aku begitu bebal dan bodoh,
tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk
bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke JannahNya,
agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu,
kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dan memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Tanganku yang halus akan menjadi kasar..
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik,
yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..
Maka jangan pernah berpaling dariku..
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu..
Ketahuilah..
Tiap harinya, tiap jam, minit dan detiknya,
telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku,
dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna..
Maafkan aku karena aku bukan putri..
Aku hanya wanita biasa....
terimalah aku apa adanya dan bimbinglah aku menuju jalanNYA.....
semoga kita bisa sama-sama bahagia...
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih..
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa,
yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu,
aku bukan wanita yang sempurna,
aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah..
Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah,
karenanya ku ingin kau tahu,
aku boleh saja berbuat salah dan begitu menyebalkan.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku,
jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah,
karena bagiku kaulah pemimpinku,
tak akan berani ku membangkang padamu..
Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat nampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur,
menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti
-insya’Allah-.
Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sihat.
Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
maka tegurlah aku, dan khabarkan padaku dengan lemah lembut dan bijaksana...
Ataukah kau akan menemukanku tersenguk-senguk saat mendengar keluhan dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasa,
tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang sakit,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku..
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, mungkin ada saatnya, aku tak sesabar Fatimah,
ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkawal,
bukan karena ku membangkang padamu,
tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga memerlukan tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,
atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah,
yang aku perlukan hanya pelukan dan belaianmu..
Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..
Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan
memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya.
Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya,
tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya.
Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita,
tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku,
tegurlah aku dengan hikmah,
karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian,
dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita,
dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya,
dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku,
membimbingku ke arah-Nya,
walau terkadang aku begitu bebal dan bodoh,
tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk
bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke JannahNya,
agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu,
kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dan memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Tanganku yang halus akan menjadi kasar..
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik,
yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..
Maka jangan pernah berpaling dariku..
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu..
Ketahuilah..
Tiap harinya, tiap jam, minit dan detiknya,
telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku,
dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna..
Maafkan aku karena aku bukan putri..
Aku hanya wanita biasa....
terimalah aku apa adanya dan bimbinglah aku menuju jalanNYA.....
semoga kita bisa sama-sama bahagia...
Selasa, 01 Maret 2011
Ketika DIA memilihmu untukku
Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya..
Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta’ala..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah. .
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥<
Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥
Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’ alaihi wa Sallam bersabda : “Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Minggu, 27 Februari 2011
Baim ft Atika - Lindungimu.wmv
Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)
Cinta dalam Pernikahan
adalah Matahari
yang menghangatkan kedua insan ini
engkau dengan pasangan halaLmu itu......
Cinta Juga
adalah Pelangi dalam langit rumah tanggamu itu...
Pelangi yang memberikan warna
CERIA.......
Tapi Cinta juga adalah mendung
yang bisa menjadi hujan dalam riak-riak perasaan
engkau dan istrimu....
inilah Cemburu........
Begitu akad Nikah di deklarasikan
ada kesadaraan di alam perasaan kita
bahwa dia
siapapun
dirinya yang kini menjadi pendamping hidupmu
adalah yang terbaik diisisi Rabb kita....
Memang ada Pernikahan karena keterpaksaan
mungkin itu katamu....
tapi mata dan akalmu terlalu sempit memandang
Takdir Alloh ini......
Hingga di titik ini setan datang menggoda
menyesal.....
ya
menyesal hembusan kata dari setan ini.....
yang mengisi ruang hatimu.......
Kita pun belajar dari Muawiyyah...
Yang menikahi gadis badui, yang cantik
tapi tak mencintai dirinya......
Hingga di tengah malam yang dingin
gadis ini mensenandungkan bait-bait kerinduan
pada lelaki lain....
Ada mata yang basah disini
Mata Muawiyyah.....
Ia sadar syair yang di senandungkan istrinya itu
adalah pernyataan sikap
"Aku tak mencintaimu....."
Berat memang....
Tapi tak boleh ada yang terzhalimi di sini
dengan kelapangan jiwanya....
Muawiyyah menceraikan istrinya.......
Muawiyyah tak salah...
Ia tak ingin cinta dalam keterpaksaan
Istrinya pun tak salah
Ia hanya mengungkapkan bahasa jiwanya.......
Tapi Alloh menjanjikan surga
bagi siapapun kita
yang mencari keridhoanNya
Jika Cinta itu belum tumbuh di hatimu
maka menumbuhkan cinta itu
adalah jalan mengundang keridhoan Alloh
pada kita
pada dirimu......
Jika malam telah larut
lihatlah wajah di samping yang tidur bersamamu....
Ia adalah belahan jiwamu
yang Alloh hadirkan dalam kehidupanmu....
lihatlah goresan wajahnya...
bukankah ia mencintaimu
menyayangimu.......
Jangan biarkan setan
menguasai perasaan akalmu
jika bisikan itu datang
hadirkan dalam hati.....
Cinta...seberat apapun lisan ini...aku ingin engkau tahu
aku sedang belajar mencintaimu...."!!
Hingga Alloh
menyusupkan ketenangan di jiwamu...
Sabtu, 19 Februari 2011
Untuk Kekasihku . . .
Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Pimpinlah rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya
Jadikan aku teman sejatimu,
tempat engkau bersandar
Terbukalah padaku,
kan kujaga semua rahasiamu
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Jadilah engkau teladan yang baik bagi keluarga
Sempatkanlah untuk menjadi imam dalam sholat
Hiasilah rumah kita dengan ketakwaan kepada Allah
Amalkan sunnah Rasul sekuat yang kau mampu
Bimbinglah anak-anak kita
menjadi pribadi Muslim yang cerdas dan berakhlak mulia
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Bergaullah dengan ma’ruf terhadapku
Jadilah engkau suami yang penyayang dan sabar
Janganlah kau bertindak aniaya terhadapku
Jika aku berbuat kesalahan dan kemungkaran…
Jangan kau hukum aku dengan memukul aku
Tapi, ajarilah aku dengan hati dan lisanmu
Ingatkanlah aku dengan cara yang ihsan
Tahan amarahmu dan bersikaplah pemaaf
Sayangi dan hormati orang tuaku, juga saudara-saudaraku
Jika ada yang tidak kau sukai dari mereka,
simpanlah rasa itu
Dan tetaplah kau jaga silaturrahim dengan mereka
Jangan pula kau jauhi mereka
karena selamanya mereka adalah keluargaku
Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadilah engkau suami yang bertanggung jawab
Berilah nafkah sesuai kemampuanmu
Pasti kuterima dengan qona’ah
Bersikaplah penyantun
dan jangan kau kikir terhadapku
Jangan pula kau tinggalkan aku dalam waktu lama
Sehingga kau abaikan kebutuhanku akan kehadiranmu
Jika kau menjadi suamiku kelak
Bersikaplah bijaksana dalam segala hal
Bermusyarahlah denganku sebelum mengambil keputusan
Dengarkan pemikiranku
dan jangan kau remehkan aku
Tunjukkan kasih sayangmu terhadapku
Jangan kau biarkan aku dalam kecemburuan dan prasangka
Jagalah hatiku,
lapangkanlah dadaku, dengan cintamu
Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadikan rumah tangga kita sebagai surga dunia bagimu
Jagalah aku dan jadilah pelindung bagi anak-anak kita
Jagalah rahasia rumah tangga dimanapun kau berada
Jadikan ia baju putihmu, jagalah ia jangan sampai ternoda
**** AKU yang MENCINTAIMU KARENA ALLAH ****
Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekeedar pacaran.
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
--------------------diambil dari catatan seorang sahabat----------------------------
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekeedar pacaran.
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
--------------------diambil dari catatan seorang sahabat----------------------------
♥♥♥CINTAKU YANG HENING ♥♥♥
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sepekan.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.

Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja"
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam
"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.
Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sepekan.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja"
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dari saya yang akan selalu mencintaimu dalam diam
Jumat, 18 Februari 2011
Memilihmu . . .
jika aku mencari ketampanan tentu aku tak memilihmu
jika aku mencari kekayaan tentu aku juga tak memilihmu
biarlah”tak sempurna”dan biarkan mereka trus bicaraTERSERAH..!!!
karna aku tak akan mendengarkannya..
Aku tau kau punya seribu kekurangan tapi aku juga tahu kau punya berjuta kelebihan yang bersembunyi dibalik keimanan.
Tenanglah..aku tak akan minta hidup yg mewah, tak akan minta harta yg berlimpah dan tak akan minta sesuatu yang engkau tak bisa menyanggupinya.
Percayalah... Aku menerimamu apa adanya.
Cintai aku tapi jangan sepenuhnya..
Marahi aku jika aku bersalah tapi cukup dengan marah yang sewajarnya..
Sekali lagi ku katakan..biarkan mereka trus bicara…!!!
Tak apa..hatiku tak luka karena insya Allah aku yakin pilihanku adalah pilihanNYA juga.
Bantu aku untuk menjadi wanita sholeha sepenuhnya dengan menyempurnakan setengah dari agama,menjadi istri dari seorang hamba sepertimu yg begitu mencintaiNYA :)
jika aku mencari kekayaan tentu aku juga tak memilihmu
biarlah”tak sempurna”dan biarkan mereka trus bicaraTERSERAH..!!!
karna aku tak akan mendengarkannya..
Aku tau kau punya seribu kekurangan tapi aku juga tahu kau punya berjuta kelebihan yang bersembunyi dibalik keimanan.
Tenanglah..aku tak akan minta hidup yg mewah, tak akan minta harta yg berlimpah dan tak akan minta sesuatu yang engkau tak bisa menyanggupinya.
Percayalah... Aku menerimamu apa adanya.
Cintai aku tapi jangan sepenuhnya..
Marahi aku jika aku bersalah tapi cukup dengan marah yang sewajarnya..
Sekali lagi ku katakan..biarkan mereka trus bicara…!!!
Tak apa..hatiku tak luka karena insya Allah aku yakin pilihanku adalah pilihanNYA juga.
Bantu aku untuk menjadi wanita sholeha sepenuhnya dengan menyempurnakan setengah dari agama,menjadi istri dari seorang hamba sepertimu yg begitu mencintaiNYA :)
LUPA BERSYUKUR
Ada saat, ketika kita benar-benar merasa lelah. Kehabisan tenaga dalam menghadapi kompleksitas kehidupan. Hidup ini terlalu penuh misteri. Setiap langkah perjalanan hidup ini tak mampu kita tebak. Hidup ini terlalu penuh dengan kejutan. Membuat kita terkejut berkali-kali, bahkan ketika kita sudah mempersiapkan segalanya.
Kita sering melawan nasib. Kita sering melawan kenyataan. Padahal kita tidak memiliki kekuatan untuk menolak dan melawannya. Begitu tidak berdaya, hingga kita bahkan tidak mampu menghentikan rambut yang memutih atau kulit yang keriput.
Jadi, apa sebenarnya yang kita lawan ? Apa yang kita perjuangkan tidak lain adalah kelemahan itu sendiri. Kelemahan yang melekat dalam diri kita yaitu, sangat sulit untuk menghargai hidup itu sendiri.
Kita menghabiskan waktu untuk menuntut banyak hal, mengutuk situasi dan menyalahkan nasib. Tapi kita lupa untuk menggunakan waktu kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki.
Masalah utama kita sebagai manusia adalah lupa bersyukur. Lupa berterima kasih kepada terhadap hal baik yg kita dapat sehingga semua nampak buruk. Lupa bersyukur untuk cinta, hingga kita hanya bisa melihat keegoisan.
Kita sering melawan nasib. Kita sering melawan kenyataan. Padahal kita tidak memiliki kekuatan untuk menolak dan melawannya. Begitu tidak berdaya, hingga kita bahkan tidak mampu menghentikan rambut yang memutih atau kulit yang keriput.
Jadi, apa sebenarnya yang kita lawan ? Apa yang kita perjuangkan tidak lain adalah kelemahan itu sendiri. Kelemahan yang melekat dalam diri kita yaitu, sangat sulit untuk menghargai hidup itu sendiri.
Kita menghabiskan waktu untuk menuntut banyak hal, mengutuk situasi dan menyalahkan nasib. Tapi kita lupa untuk menggunakan waktu kita untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki.
Masalah utama kita sebagai manusia adalah lupa bersyukur. Lupa berterima kasih kepada terhadap hal baik yg kita dapat sehingga semua nampak buruk. Lupa bersyukur untuk cinta, hingga kita hanya bisa melihat keegoisan.
Puisi BJ Habibie untuk Almarhum istrinya
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu,bukan itu.
Karena,aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong,
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini,aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh,t api rasanya terlalu sebentar kau disini,
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku.
Karena,aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong,
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini,aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh,t api rasanya terlalu sebentar kau disini,
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku.
BJ.HABIBIE
Kamis, 27 Januari 2011
Doaku...
Tuhanku...
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku, seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau, seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.
Wajah yang tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting bagiku, yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya, dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak dan tidak hanya otak yang cerdas, seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku, seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku, seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi, seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya.
Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu, seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya, seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya, seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Tuhanku...
Aku juga meminta, buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga, berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu, berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya, berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dari dalam dirinya, berikanlah aku mulut yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: “Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.
Amin....
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku, seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau, seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.
Wajah yang tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting bagiku, yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya, dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak dan tidak hanya otak yang cerdas, seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku, seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku, seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi, seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya.
Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu, seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya, seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya, seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Tuhanku...
Aku juga meminta, buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga, berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu, berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya, berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dari dalam dirinya, berikanlah aku mulut yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: “Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.
Amin....
Minggu, 23 Januari 2011
Surat Cinta Untuk Kekasihku
Bismillah.....,
Assalamualaikum cinta, apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta..., andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini...,
maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya.
Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti.
Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku,
andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu....
Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa,
bukan yang megucap “bagaimana?” namun “ aku mengerti...”
bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini....”
bukan “ aku ingin kamu seperti ini....” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu...”
sepinya diriku tanpa kau di sini,
hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku,
seringnya kau patahkan aku...., namun aku bukan seorang yang mudah menyerah...
aku bertahan, karena ada kejujuranku... untuk mengasihimu....
luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.
Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku,
namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku,
sungguh... demi Dia yang Maha Menghargai,
ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun,
dan yang utuh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci.
Ketika luka – luka telah mengering,
Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu,
begitupun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.
Cinta, inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu,
ahh... cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku.
Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya,
sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya.
Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku.
Dan semua, semua.... masih tetap utuh pada tempatnya.
Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa,
namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu,
ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala.
Ketika smua terhempas karena sia – sia,
maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini,
dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.
Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.
Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya.
Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia,
Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini.
Dan cinta....,
kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.
Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya.
Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian.
Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan.
Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka.
Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.
Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan,
dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya ,
tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku.
Namun ketika goresan luka itu ada ,
tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya.
Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.
Begitu pula dengan mu cinta...,
jika pun harus ada air mata,
maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu...
jika ada rasa sakit mendera,
maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu ....
Sungguh aku bersyukur, karena aku mengenalmu cinta,
sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu,
sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku...
jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta,
jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya...
aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah...
namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku …
dan sayangku...., telah mampu mengobati luka – luka itu.
Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu?
Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?
Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu...
Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku,
agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu...
Cinta, dalam sujudku pada-Nya
ku titipkan doa dan pintaku.....
semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu
semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini.
Ku pinta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai
Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan...
bahagia mu adalah doa dan harapku....
senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku...
Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini tak sempurna....
ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu...
aku mengerti...., aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu...
dan biarlah........., biarlakanlah tulusku...yang mencintaimu....
Wassalamualaikum.....,
Assalamualaikum cinta, apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta..., andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini...,
maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya.
Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti.
Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku,
andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu....
Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa,
bukan yang megucap “bagaimana?” namun “ aku mengerti...”
bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini....”
bukan “ aku ingin kamu seperti ini....” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu...”
sepinya diriku tanpa kau di sini,
hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku,
seringnya kau patahkan aku...., namun aku bukan seorang yang mudah menyerah...
aku bertahan, karena ada kejujuranku... untuk mengasihimu....
luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.
Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku,
namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku,
sungguh... demi Dia yang Maha Menghargai,
ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun,
dan yang utuh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci.
Ketika luka – luka telah mengering,
Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu,
begitupun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.
Cinta, inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu,
ahh... cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku.
Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya,
sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya.
Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku.
Dan semua, semua.... masih tetap utuh pada tempatnya.
Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa,
namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu,
ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala.
Ketika smua terhempas karena sia – sia,
maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini,
dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya.
Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya.
Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya.
Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia,
Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini.
Dan cinta....,
kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.
Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya.
Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian.
Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan.
Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka.
Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.
Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan,
dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya ,
tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku.
Namun ketika goresan luka itu ada ,
tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya.
Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.
Begitu pula dengan mu cinta...,
jika pun harus ada air mata,
maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu...
jika ada rasa sakit mendera,
maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu ....
Sungguh aku bersyukur, karena aku mengenalmu cinta,
sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu,
sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku...
jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta,
jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya...
aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah...
namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku …
dan sayangku...., telah mampu mengobati luka – luka itu.
Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu?
Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?
Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu...
Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku,
agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu...
Cinta, dalam sujudku pada-Nya
ku titipkan doa dan pintaku.....
semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu
semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini.
Ku pinta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai
Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan...
bahagia mu adalah doa dan harapku....
senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku...
Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini tak sempurna....
ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu...
aku mengerti...., aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu...
dan biarlah........., biarlakanlah tulusku...yang mencintaimu....
Wassalamualaikum.....,
Langganan:
Postingan (Atom)
