Kamis, 20 Januari 2011
Astrid - Tak Ingin Dicintai
Aku tak ingin dicintai
Bila tak sepenuh hati
Aku tak ingin dimiliki
Bila tak sepenuh hati
Aku tak mau kau sayangi
Bila kau setengah hati
Aku tak mau kau ingini
Bila kau setengah hati
Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu
Aku tak ingin dicintai
Bila tak sepenuh hati
Aku tak ingin dimiliki
Bila tak sepenuh hati
Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu
Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu
Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu
Aku tak mau kau sayangi
Bila kau setengah hati
Aku tak ingin dicintai
Aku tak ingin dimiliki
Aku tak mau kau sayangi
Aku tak mau kau ingini
-
Koleksi Astrid yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Astrid – Tak Ingin Dicintai
Gambar Artis Indonesia
Selasa, 18 Januari 2011
GeJe banget
bodoh...!!!
itulah kata yg ada dalam pikiranku sekarang.
hah...!!!
entah apa yg kupikirkan, sehingga aku membuat blog ini.
awalnya sih cuma iseng-iseng doank, sapa tau bisa terkenal kaya itu tuh "Raditia Dika" kalo gak salah sih.
abisnya lupa dah, hehe.
tapi sayang, aku kan gak punya bakat buat menulis.
semua yg ada d blog ini jg cuma seadanya.
kadang asal-asalan nulis.
kadang copas dari apa yg udah pernah dibaca.
yah, begitulah....
semua yg ada di blog ini cuma omong kosong, gak berbobot.
maklum yg nulis jg lemot.
udah syukur kalo ada yg mampir liat-liat, apa lg baca-baca.
kayaknya sih cuma orang aneh aja yg mo liat blog gila ini.
yg diliat apa coba?
isinya aja gak jelas, and basi tentunya.
but...
makasih banyak buat yg udah bersedia mampir disini.
syukur kalo berkenan kasih koment.
eh, jangan ding...!!!
ntar koment nya gak enak, malah bikin patah semangat buat nulis lagi.
coz, ni kan masih dalam tahap tulis menulis.
doakan saja supaya bisa lebih baik kedepan nya.
minta di like aja semua postingan nya, hehe
itulah kata yg ada dalam pikiranku sekarang.
hah...!!!
entah apa yg kupikirkan, sehingga aku membuat blog ini.
awalnya sih cuma iseng-iseng doank, sapa tau bisa terkenal kaya itu tuh "Raditia Dika" kalo gak salah sih.
abisnya lupa dah, hehe.
tapi sayang, aku kan gak punya bakat buat menulis.
semua yg ada d blog ini jg cuma seadanya.
kadang asal-asalan nulis.
kadang copas dari apa yg udah pernah dibaca.
yah, begitulah....
semua yg ada di blog ini cuma omong kosong, gak berbobot.
maklum yg nulis jg lemot.
udah syukur kalo ada yg mampir liat-liat, apa lg baca-baca.
kayaknya sih cuma orang aneh aja yg mo liat blog gila ini.
yg diliat apa coba?
isinya aja gak jelas, and basi tentunya.
but...
makasih banyak buat yg udah bersedia mampir disini.
syukur kalo berkenan kasih koment.
eh, jangan ding...!!!
ntar koment nya gak enak, malah bikin patah semangat buat nulis lagi.
coz, ni kan masih dalam tahap tulis menulis.
doakan saja supaya bisa lebih baik kedepan nya.
minta di like aja semua postingan nya, hehe
Minggu, 16 Januari 2011
Cara nge-Like Blog Kayak Facebook
Sudah pernah membuat atau menambahkan facebook share? Ini hampir sama sengan facebook share, tapi bukan kita memposting link melainkan menyukai sebuah link.
Dulu saya memakai facebook share, tapi dengan perkembangannya yang sekarang facebook lebih menonjolkan like (suka). Lihat saja untuk disetiap status kita ada pilihan like. Begitu juga dengan sebuah halaman (fan page) yang dulu menjadi penggemar sekarang berubah menjadi like (suka).
Lebih enak kalau kita memakai button facebook like daripada facebook share, karena tinggal mengklik button like saja link itu sudah ada di stream profil facebook yang mengklik, beda dengan facebook share yang harus membuka jendela baru dan harus memasuka cap cay (maaf kalo tulisannya salah) :). Lebih praktis pakai facebook like. Dengan menambahkan facebook like, kita mengetahui berapa orang yang sudah menyukainya serta tulisan-tulisan kita akan lebih mudah menyebar di facebook dan akan banyak yang datang ke blog kita.
Cara Menambahkan Button Facebook Like
1. Login ke Blogger.
2. Di halaman Dasbor, kita pilih Rancangan.
3. Kemudian pilih Edit HTML
4. Beri tanda centang pada Expand Template Widget
5. Cari kode berikut ini <div class='post-footer'>
6. Setelah itu taruh kode berikut ini di bawahnya
<iframe allowTransparency='true' expr:src='"http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=" + data:post.url + "&action=like&layout=button_count&show_faces=false&width=100&font=arial&colorscheme=dark"' frameborder='0' scrolling='no' style='border:none; overflow:hidden; width:100px; height:21px;'/>
7. Simpan Template jika sudah selesai deh.
Selamat mencoba :)
Dulu saya memakai facebook share, tapi dengan perkembangannya yang sekarang facebook lebih menonjolkan like (suka). Lihat saja untuk disetiap status kita ada pilihan like. Begitu juga dengan sebuah halaman (fan page) yang dulu menjadi penggemar sekarang berubah menjadi like (suka).
Lebih enak kalau kita memakai button facebook like daripada facebook share, karena tinggal mengklik button like saja link itu sudah ada di stream profil facebook yang mengklik, beda dengan facebook share yang harus membuka jendela baru dan harus memasuka cap cay (maaf kalo tulisannya salah) :). Lebih praktis pakai facebook like. Dengan menambahkan facebook like, kita mengetahui berapa orang yang sudah menyukainya serta tulisan-tulisan kita akan lebih mudah menyebar di facebook dan akan banyak yang datang ke blog kita.
Cara Menambahkan Button Facebook Like
1. Login ke Blogger.
2. Di halaman Dasbor, kita pilih Rancangan.
3. Kemudian pilih Edit HTML
4. Beri tanda centang pada Expand Template Widget
5. Cari kode berikut ini <div class='post-footer'>
6. Setelah itu taruh kode berikut ini di bawahnya
<iframe allowTransparency='true' expr:src='"http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=" + data:post.url + "&action=like&layout=button_count&show_faces=false&width=100&font=arial&colorscheme=dark"' frameborder='0' scrolling='no' style='border:none; overflow:hidden; width:100px; height:21px;'/>
7. Simpan Template jika sudah selesai deh.
Selamat mencoba :)
Sabtu, 15 Januari 2011
Love is Cinta
Cinta...
Apa sih cinta???
Mending kalo itu makanan enak, bisa bikin kenyang.
Tapi cinta juga kayak makanan juga sih,
kadang enak kadang enggak,
kadang bikin kenyang (muak)
kadang bikin kelaperan (butuh cinta, so much)
Ah...
Ngomongin cinta gak bakalan ada habisnya.
Kalo lagi happy, pastinya bilangnya yg baik2 yg enak2.
Kalo lagi badmood, wow...!!! bilangnya cinta itu pembodohan...
Terkadang cinta itu emang pembodohan sih...
Bisa merusak otak kiri...
Karna cinta membuat kita hanya berpikir dengan otak kanan...
Otak kanan memproses pemikiran berdasarkan perasaan...
Apa2 pake perasaan.
Apa2 pake hati.
Lama2 otak kiri menyusut.
Bisa2 otak gak bisa berpikir secara logika.
Bagaimana kalo pikiran udah kalut?
Depresi?
Perasaan yg menguasai segalanya?
Bisa2 yg ada malah bunuh diri,
menyiksa diri,
atau menyakiti diri sendiri?
Jangan sampai bertindak bodoh karna cinta...!!!
Apa sih cinta???
Mending kalo itu makanan enak, bisa bikin kenyang.
Tapi cinta juga kayak makanan juga sih,
kadang enak kadang enggak,
kadang bikin kenyang (muak)
kadang bikin kelaperan (butuh cinta, so much)
Ah...
Ngomongin cinta gak bakalan ada habisnya.
Kalo lagi happy, pastinya bilangnya yg baik2 yg enak2.
Kalo lagi badmood, wow...!!! bilangnya cinta itu pembodohan...
Terkadang cinta itu emang pembodohan sih...
Bisa merusak otak kiri...
Karna cinta membuat kita hanya berpikir dengan otak kanan...
Otak kanan memproses pemikiran berdasarkan perasaan...
Apa2 pake perasaan.
Apa2 pake hati.
Lama2 otak kiri menyusut.
Bisa2 otak gak bisa berpikir secara logika.
Bagaimana kalo pikiran udah kalut?
Depresi?
Perasaan yg menguasai segalanya?
Bisa2 yg ada malah bunuh diri,
menyiksa diri,
atau menyakiti diri sendiri?
Jangan sampai bertindak bodoh karna cinta...!!!
Kamis, 08 Juli 2010
MEMILIH PASANGAN HIDUP
MEMILIH PASANGAN HIDUP
Dalam memilih pasangan hidup, tidaklah mudah. Tentu kita harus benar-benar mendapatkan yang pas dengan hati kita dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kalau sampai kita salah dalam memilih, maka kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga hanyalah sebatas mimpi.
Pernikahan itu merupakan sesuatu yang sakral, janganlah kamu coba untuk bermain-main. Rencanakanlah dengan matang, jangan sampai semuanya sia-sia.
Kita tentu hanya ingin menikah sekali saja, bukan?
Kita tentu tidak mau ada perceraian, bukan?
Perceraian itu merugikan semua pihak. Terlebih kalau kita telah memiliki anak-anak. Mereka mungkin akan depresi atau mengalami gangguan psikis atau psikomotor.
Jangan sampailah kita bercerai. Toh, masih ada jalan lain selain itu. Kita harus berpikir jernih, apa dampak negatif yang akan kita dapat dan orang-orang di sekitar kita. (malah jadi gak nyambung iki)
Nah, loh! Maka dari itu, ayo kita lebih selektif dalam memilih pasangan hidup, yang nantinya akan menjadi sesorang yang hidup bersama kita dan menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Kita wajib mempersiapkan beberapa kriteria khusus untuk calon pendamping kita nantinya.
Untuk memilih pasangan hidup, ada beberapa sifat yang tidak baik untuk dijadikan pasangan hidup, diantaranya yaitu :
1. IDEALIS
Tidak ada yang salah bila kita memberikan standar tinggi untuk calon pendamping kita. Pendamping yang idealis atau perfeksionis kah yang anda mau? Orang seperti ini harus selalu sempurna semuanya. Kita pasti ingin memiliki pasangan yang benar-benar sempurna. Namun, bagaimana jika standar-standar kesempurnaan itu tidak dapat terealisasikan? Pasti akan muncul masalah-masalah karenanya. Jika dia selalu menuntut segala sesuatunya terlihat sempurna dan tampil sebagai sosok yang perfeksionis, maka kita harus pikir ulang. Apakah kalian mau kalau semua yang kita lakukan harus selalu dituntut sempurna, tidak ada cacat sedikitpun? Selalu saja melakukan semuanya itu dengan sebaik-baiknya, sampai batas yang bisa kita lakukan. Dia tidak akan mentolerir kesalahan sedikitpun, dia tidak suka akan kegagalan dan ketidaksempurnaan. Apakah kita sanggup? Bagaimana dengan anak-anak kita nanti? Mereka akan menjadi kacau dan tidak sadar diri. Terlebih bila mereka merasa gagal, mereka akan depresi karena tidak bisa memenuhi tuntutan orang tua. Mereka juga akan selalu menuntut kesempurnaan dari berbagai pihak.
2. MATREALISTIS
Tentu kita sudah mengerti bukan dengan sifat ini? Ya, kita tentu tidak mau punya pasangan seperti itu. Yang selalu menghambur-hamburkan uang. Tak menghargai bagaimana kita mencarinya dengan susah payah. Hmmm... bikin kita emosi saja, hehe :-P . Walaupun rejeki gampang dicari, tapi setidaknya kita jangan menghambur-hamburkannya. Kita juga harus melihat untuk kedepannya, karna kita tidak selalu rejekinya lancar toh?
Bagaimana dampaknya bagi anak-anak kita? Tentu mereka akan dimanjakan dengan berbagai materi, sehingga mereka dididik menjadi konsumtif, dan tidak bisa untuk mandiri. Mereka akan selalu mengandalkan orang tuanya. Mereka tidak menghargai orang-orang yang kurang, dan banyak lagi. Contohnya, bisa kita lihat di sinetron-sinetron, hihiii. Bukannya korban sinetron loh! Kebanyakan emang terlalu direkayasa. Tapi, setidaknya dalam sinetron kita bisa memetik hikmahnya (bukannya marah-marah karna geregetan sama si antagonis, he he he)
3. EGOIS
Bila pasangan hanya memperdulikan dirinya sendiri, dan tidak bisa merubah perilakunya itu, maka kita wajib berpikir kembali. Sudah seharusnya pasangan kita juga harus memiliki rasa cinta dan kasih sayang untuk keluarganya. Keluarga harus menjadi prioritas dalam segala hal.
4. ACUH
Apakah pasangan kita perhatian sama kita?
Apakah dia selalu merasa khawatir bila tidak ada kabar dari kita?
Apakah dia selalu menjaga kita layaknya perawat ketika kita jatuh sakit?
Apakah dia senang meluapkan rasa cinta dan sayangnya sama kita?
Apakah dia selalu ada untuk kita saat kita benar-benar butuh?
Jika jawabannya tidak, berarti dia merupakan orang yang tidak suka perhatian pada pasangannya dan selalu bersikap acuh tak acuh pada pasangan. Hal ini bisa menjadi pembelajaran sebelum kita memasuki bahtera rumah tangga.
Nah, untuk selanjutnya mungkin kalian bisa menambahkannya sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)